Ketua Umum Yayasan Ruang Muda Vorizma, Muhammad Rizky, Jadi Narasumber Seminar Pengelolaan Organisasi Pramuka SMAN 20 Jakarta

Ketua Umum Yayasan Ruang Muda Vorizma menjadi narasumber dalam kegiatan Seminar Pengelolaan Organisasi pada (7/02/2026) di Aula SMAN 20 Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 25 anggota Penegak bersama Tim Satgas SMAN 20 Jakarta dengan tujuan meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajemen organisasi, serta keterampilan teknis dalam menjalankan kegiatan kepramukaan.

Pembukaan Kegiatan

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Suci Citrawati selaku Pembina Pramuka SMAN 20 Jakarta. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kegiatan pengembangan kapasitas seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin. Ia juga memberikan apresiasi atas inisiatif para pengurus yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Niswatin selaku Wakil Kepala Sekolah SMAN 20 Jakarta. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan pengurus yang tetap mampu menyelenggarakan kegiatan di tengah berbagai keterbatasan. Selain itu, ia juga berharap anggota Pramuka SMAN 20 Jakarta dapat lebih aktif dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan positif.

Sesi Materi Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi 

Pada sesi materi, Muhammad Rizky, alumni Pradana Putra SMAN 20 Jakarta yang hadir sebagai narasumber sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Ruang Muda Vorizma, menyampaikan materi mengenai manajemen kepemimpinan dan organisasi. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin perlu memiliki kemampuan manajerial, karena pemimpin memiliki peran penting dalam mengatur, mengarahkan, dan memastikan jalannya organisasi secara efektif.

Dalam pemaparannya, Rizky juga mengutip pesan tokoh nasional KH Agus Salim, “Leader is lijden (memimpin adalah menderita)” yang dimaknai sebagai kepemimpinan yang identik dengan pengorbanan, tantangan, dan tanggung jawab besar demi kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi.

Praktik Kepemimpinan yang Berkesan

Di akhir sesi, Rizky mengajak peserta mengikuti praktik kepemimpinan melalui simulasi mencari tanda pada kertas gambar dalam waktu singkat. Melalui kegiatan ini, peserta dituntut untuk berpikir kritis, berkoordinasi, dan menunjukkan kemampuan memimpin dalam situasi terbatas.

Dari praktik tersebut, Rizky menjelaskan berbagai tipe kepemimpinan yang muncul secara alami di dalam kelompok, termasuk karakter anggota yang cenderung mengikuti maupun yang mengambil peran sebagai pengarah. Kegiatan praktik ini sekaligus menjadi pengantar untuk memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya dipelajari melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.

Setelah sesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pemateri berikutnya, Putra Islami, yang menyampaikan materi mengenai manajemen event. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta tentang perencanaan kegiatan, pembagian tugas, hingga pelaksanaan acara agar berjalan efektif dan terorganisir dengan baik.

Ads
Lebih baru Lebih lama