Yayasan Ruang Muda Vorizma (Vorizma Foundation) mendukung kegiatan Pemuda RW 003 Cikini yang menggelar Workshop Formulasi Kualitas Jelly Buah Bit Penunjang Hemoglobin dan Pelatihan Marketing Produk pada (22/02/2026) di Balai Warga RW 003 Cikini, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan pemuda melalui inovasi produk kesehatan sekaligus penguatan kapasitas kewirausahaan.
Pembukaan Kegiatan oleh Ketua RW 003 Cikini
Acara dibuka oleh Arry Sofyan selaku Ketua RW 003 Cikini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif positif dari pemuda. Ia menuturkan bahwa Ketua Pelaksana, Ardelia Latifah, sebelumnya telah meminta izin untuk menyelenggarakan kegiatan, dan menurutnya program ini memiliki potensi dampak yang baik bagi lingkungan serta dapat menjadi langkah awal lahirnya inovasi-inovasi baru dari pemuda setempat.
Kegiatan ini dihadiri oleh 25 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari Karang Taruna, unsur pengurus RW, LMK, hingga ibu-ibu PKK. Kolaborasi lintas elemen masyarakat ini menunjukkan antusiasme bersama dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan sekaligus keterampilan pemasaran produk.
Materi Pertama Workshop Buah Bit
Materi pertama berupa workshop mengenai manfaat buah bit sebagai penunjang hemoglobin yang disampaikan oleh Nurazizah Khasanah, S. Keb. Sekretaris Yayasan Ruang Muda Vorizma sekaligus Sekretaris Ikatan Mahasiswa Bidan Indonesia dan Suci Rahma Yani, S.M., S.Keb. Ia memaparkan bahwa data menunjukkan prevalensi anemia mencapai 23,8% pada anak-anak, 18,0% pada perempuan dewasa, dan 14,4% pada laki-laki dewasa, sehingga inovasi olahan buah bit dapat menjadi salah satu alternatif penunjang kadar hemoglobin.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak memahami formulasi dasar pembuatan jelly buah bit yang tidak hanya mempertimbangkan rasa, tetapi juga kandungan gizi dan kualitas produk. Pendekatan ini diharapkan mampu mengintegrasikan aspek kesehatan dengan peluang usaha berbasis pangan fungsional.
Materi Kedua Pelatihan Marketing Produk
Materi kedua disampaikan oleh Faiz Naufal, B.Sc. Business Consultant Practitioner sekaligus Co-Founder Y2F. Ia menjelaskan konsep dasar pemasaran, termasuk perbedaan antara sisnis dan bisnis yang bersifat scalable. Ia juga menekankan pentingnya strategi marketing yang ramah di kantong namun tetap memberikan dampak tinggi.
Faiz turut memaparkan empat langkah utama dalam memulai bisnis, yakni produksi, legalitas, branding, dan sales launch. Menurutnya, keempat tahapan tersebut harus direncanakan secara sistematis agar produk tidak hanya layak jual, tetapi juga mampu berkembang secara berkelanjutan di pasar.
Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta karena tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan terkait pencegahan anemia, tetapi juga membekali pemuda dan warga dengan wawasan kewirausahaan. Diharapkan, workshop ini dapat menjadi pemicu lahirnya produk inovatif berbasis potensi lokal yang mampu memberikan manfaat kesehatan sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat RW 003 Cikini.
Pewarta: Muhammad Rizky
Link Dokumentasi: https://bit.ly/DokumentasiWorkshopBuahBit

.jpeg)
.jpeg)
